KRI Frans Kaisiepo-368 Tiba Di Tanah Air Usai Emban Misi Perdamaian Dunia


Jakarta- Sambutan hangat diberikan oleh Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Batam saat menerima kehadiran salah satu kapal perang terbaik TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO-368) yang tiba di tanah air dalam rute perjalanannya sebelum kembali ke Jakarta, bertempat di Dermaga Batu Ampar, Batam, Selasa (01/02). 


Kedatangan KRI FKO-368 disambut langsung oleh Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto beserta Wadan dan para Pejabat Utama (PJU) Lantamal IV Batam sebagai bentuk penghormatan setelah menunaikan misi sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL di Lebanon selama 14 bulan.


Danlantamal IV menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Komandan KRI FKO-368 beserta seluruh prajurit yang telah kembali ke tanah air dengan selamat. "Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 beserta seluruh personel yang terlibat dalam misi ini, karena telah menyelesaikan mandat PBB ini dengan baik tanpa cacat dan tanpa kekurangan", ucap Danlantamal IV.


Ditempat yang sama Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh juga menyampaikan, "Kami yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL bertugas menjaga perdamaian di dunia dibawah bendera United Nation/PBB yaitu menjaga stabilitas keamanan di Laut Mediterania yang merupakan posisi rawan masuknya barang-barang terlarang, terutama senjata, narkoba dan lain-lain", ujarnya.


Keberhasilan yang diperoleh KRI FKO-368 dalam misi penugasannya tentunya tidak lepas dari kerja sama, soliditas, profesionalisme, semangat, kerja keras, dedikasi dan loyalitas yang tinggi dari seluruh prajuritnya. Hal ini selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa prajurit Jalasena harus membuktikan kepada dunia bahwa TNI AL memiliki kemampuan yang setara dengan negara maju lainnya. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama